Minggu, 23 September 2018
Memilih Aplikasi Untuk Server
Pemilihan aplikasi server didasarkan
pada analisa kebutuhan-kebutuhan yang dipelukan untuk mempermudah suatu
pekerjaan. Untuk mempermudah dalam proses pemilihan aplikasi server, akan
diberikan ilustrasi pemilihan server untuk perusahaan. Seorang analist sebelum
memilih aplikasi server untuk perusahaan, terlebih dahulu melaksanakan analisa kebutuhan perusahaan terhadap pelanggan berdasarkan proses bisnis. Proses bisnis yang umum yaitu
terjadinya transaksi barang, jasa, dan keuangan dari perusahaan ke pelanggan,
atau sebaliknya.
Perusahaan memberikan informasi
kepada pelanggan mengenai jenis produk, jumlah barang yang tersedia, cara
pemesanan, pembayaran, dan lain-lain. Perusahaan juga mengetahui alamat pelanggan,
jenis produk yang dipesan, jumlah barang, serta nilai nominal. Jadi pelanggan membutuhkan informasi produk dan
tata cara pemesanan, perusahaan membutuhkan informasi alamat pelanggan dan
produk yang dipesan. Agar lebih mudah, berikut ini diberikan tabel analisa kebutuhan pelanggan dan perusahaan.
Tabel 1.
Kebutuhan pelanggan
No
|
Pengadaan/Keperluan
|
Tujuan Pengadaan/Keperluan
|
Aplikasi Yang Diperlukan
|
1
|
Produk
Perusahaan
|
Gambar
dan tipe produk
|
Situs
web
|
2
|
Jumlah
persediaan produk
|
Jumlah barang yang tersedia dan
status persediaan barang
|
Situs
web
|
3
|
Cara
pemesanan
|
Form HTML pesanan barang,
informasi nomor telpon, informasi
alamat email, dan chatting
|
Situs
web
Surat
elektronik
|
5
|
Cara
pembayaran
|
Informasi cara pembayaran dan
alamat email bagian penjualan
|
Situs
web
Surat
elektronik
|
4
|
Dukungan
teknis
|
Informasi
alamat email bagian dukungan teknis dan chatting
|
Situs
web
Surat
elektronik
|
Tabel 2.
Kebutuhan perusahaan
No
|
Pengadaan/Keperluan
|
Tujuan Pengadaan/Keperluan
|
Aplikasi Yang Diperlukan
|
1
|
Pesanan
jenis produk
|
Penjualan
|
Situs
web
Surat
elektronik
|
2
|
Jumlah
barang yang dipesan
|
Penjualan
|
Situs
web
Surat
elektronik
|
3
|
Alamat
pemesan
|
Penjualan,
Gudang, dan Keuangan
|
Situs
web
|
4
|
Informasi
persediaan barang
|
Gudang
|
Situs
Web
|
5
|
Nilai
nominal barang yang dipesan
|
Keuangan
|
Situs
web
|
Tag :// MATERI SERVER
Selasa, 04 September 2018
Alat dan Bahan
- 2 PC Client atau lebih, digunakan untuk mengkonfigurasikan Hotspot dan mengetes apakah Hotspot sudah berhasil atau belum.
- Mikrotik RouuterBoard, Disini saya menggunakan tipe RB750 yang belum memiliki pemancar WiFi. Pastikan Mikrotik sudah diautur IP, DNS, Routes, dll sehingga mikrotik sudah bisa terhubung ke Internet.
- Access point, disini saya menggunakan TP-Link. Karena Mikrotik RB750 belum support Wifi, maka Access Point diperlukan untuk memancarkan WiFi.
Tahap pengerjaan
A. mengkonfigurasikan Access Point
Hubungkan Access point ke PC client dengan kabel UTP, selanjutnya konfigurasikan IP pada PC client sesuai dengan IP yang terdapat pada Access Point. Karena Access Point yang saya punya memiliki IP default 192.168.0.254/24, maka Ip pada PC client saya setting sebagai berikut:
IP: 192.168.0.2/24 (Satu segmen dengan Acces Point)
Netmask: 255.255.255.0 (24) (Netmask sama dengan Access Point)Gateway: 192.168.0.254 (sama dengan IP pada Access point)
Restart network kemudian masuk ke browser. pada Address bar masukan IP Access Point tadi, karena IP access point saya 192.168.0254, maka saya masukan IP tersbut pada Address bar.
Nah setelah kamu masukan IP AP ke address bar tersebut maka akan muncul popup Login Access point. Untuk username masukan admin, dan untuk password juga masukan admin (note: untuk access point merk lain mungkin agak berbeda)
Nah selanjutnya kamu akan masuk ke web dimana kamu bisa mengkonfigurasikan Access point milikmu. Klik Next pada Quick Setup untuk mulai mengkonfigurasikan Access point.
Pilih Access point apabila terdapat pilihan seperti berikut.
Masukan SSID Wifi kita nantinya. bila perlu masukan password WPA/WPA2-PSK juga. (note: sebenarnya login WPA/WPA2-PSK tidak diperlukan karena nantinya kita harus login pada halaman login hotspot untuk bisa mengakses Internet)
Masukan IP baru untuk Access point kita, disini saya menggunakan IP 192.168.3.1 dan Netmask-nya adalah 255.255.255.0. dan Pada DHCP kita pilih disable.
Selesai konfigurasi Access Point, selanjutnya klik reboot dan tunggu proses reboot hingga selesai.
B. Mengkonfigurasi Mikrotik
tancapkan PC Client, AP, Mikrotik seperti pada topologi berikut.
Masuk ke Winbox pada PC Client yg sudah terhubung ke Mikrotik.
Masuk ke IP-> Address, kemudian masukan IP baru dengan cara klik (+). Masukan settingan IP berikut:
IP: 192.168.3.2 (Satu Segmen dengan Access Point)
Network: 192.168.3.0Ether: Ether 3 (Ether pada Mikrotik yang terhubung ke Access Point)
Buat sebuah DHCP Server dengan cara masuk ke menu IP-> DHCP Server, lalu klik DHCP Setup
Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada DHCP Server Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.
Selanjutnya apabila kamu sudah mengkonfigurasikan DNS, tinggal klik Next-Next saja.
Selanjutnya buat Hotspot pada Mikrotik dengan cara masuk ke Menu IP-> Hotspot. lalu klik Hotspot Setup.
Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada Hotspot Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.
Pada Set HotSpot addreess for interface klik Next saja karena IP sudah terisi otomatis.
Pada Set pool for HotSpot addreess juga klik Next saja karena pool sudah terisi otomatis.
Pada Select hotspot ssl certificate pilih yang None, kemudian klik Next.
pada Select SMTP Server masukan 0.0.0.0
Pada Setup DNS Configuration klik next saja apabila sudah terisi otomatis
Nah pada DNS name of local hotspot server kamu masukan sebuah URL yang akan kamu gunakan sebagai halaman login di web browser nantinya.
Pada Create Local Hotspot user kamu masukan username dan password yang digunakan untuk mengakses hotspot nantinya, user bisa ditambah dan diatur apabila Hotspot sudah berhasil dibuat nantinya
Sekarang coba kamu cek apakah hotspot sudah berhasil dibuat atau belum dengan cara koneksikan sebuah perangkat misalnya laptop ke Wifi yang sudah kita buat tadi, lalu masuk ke browser dan masukan alamat DNS login yang sudah kita setting tadi (Hotspot.login)
Apabila sudah muncul halaman login hotspot seperti ini, maka kamu sudah berhasil membuat hotspot pertamamu :)
Minggu, 19 Agustus 2018
TOPOLOGI TERBARU
NO 1 : ISP (SUMBER INTERNET)
NO 2 : ROUTER
NO 3 : ACCESS POINT (AP)
NO 4 : CLIENT
NO 5 : ROUTER
NO 6 : ACCESS POINT (AP)
NO 7 : CLIENT
NO 8 : ACCESS POINT (AP)
NO 9 : ROUTER
NO 10 : ACCESS POINT (AP)
NO 11 : CLIENT
cara setting :
- setting router (no.5) dengan mengisi 4 ether yang ada di router dengan nama sesuai selera, contoh :ether1 = publik, ether2 = lokal, ether3 = hotspot, ether4 = wlan
- kasih ip address semua ether sesuai selera yang mudah di ingat, kecuali ether1 kepalanya samakan dengan kepala sumber internet (ISP).
- setting dns, set allow-remote-request=yes
- setting firewall nat
- ping ,
- setting SSID
- setting ip address access point kepalanya samakan seperti yang tersetting di router
- setting dhcp dan setting ip addressnya
jika sudah bisa akses internet setting acces point yang akan di jadikan reapeter (no.8)
- setting mode access point menjadi reapeter
- konekan ke access point yang akan di reapet
jika repeter sudah bisa akses internet setting router selanjutnya (no.9)
- setting router (no.9) dengan mengisi 3 ether yang ada di router dengan nama sesuai selera, contoh :ether1 = publik, ether2 = lokal, ether3 = hotspot,
- kasih ip address semua ether sesuai selera yang mudah di ingat, kecuali ether1 kepalanya samakan dengan kepala sumber internet (acces point/reapeter).
- setting dns, set allow-remote-request=yes
- setting firewall nat
- kasih hotspot setup ,beri username dan password
- ping ,
jika sudah reply setting access point (no.10)
- setting SSID
- setting ip address access point kepalanya samakan seperti yang tersetting di router
- setting dhcp dan setting ip addressnya
selanjutnya masuk browser dan masukkan username dan password yang sudah di tentukan
Tag :// TOPOLOGI MATERI


























