Selasa, 25 September 2018
Beberapa service yang biasa dijalankan pada sistem operasi jaringan :
1. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server DHCP serveradalah suatu server yang men-assign IP address kepada client yang meminta IP address dalam suatu jaringan.

2. DNS (Domain Name Server)
Merupakan sebuah aplikasi services yang biasa digunakan di Internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP addressn

3. FTP Server (File Transfer Protocol)
Protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP/IP.

4. Webserver
Sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman -halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program  aplikasi dan perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web.

Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
a. Pusat kendali sumber daya jaringan
b. Akses aman ke sebuah jaringan
c. Mengizinkan remote user terkoneksi ke jaringan
d. Mengizinkan user terkoneksi ke jaringan lain (misalnya Internet)
e.Back up data dan memastikan data tersebut tersedia

Fungsi Utama Sistem Operasi Jaringan
a. Menghubungkansejumlahkomputerdanperangkatlainnyakesebuahjaringan
b. Mengelolasumberdayajaringan
c. Menyediakanlayanan
d. Menyediakankeamananjaringanbagi multiple users
e. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
f. Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
g. Distribusi program dan update software ke client
h. Menggunakan kemampuan server secara efisien
i. Menyediakan tolerasi kesalahan
Minggu, 23 September 2018


                                                     Memilih Aplikasi Untuk Server


Pemilihan aplikasi server didasarkan pada analisa kebutuhan-kebutuhan yang dipelukan untuk mempermudah suatu pekerjaan. Untuk mempermudah dalam proses pemilihan aplikasi server, akan diberikan ilustrasi pemilihan server untuk perusahaan. Seorang analist sebelum memilih aplikasi server untuk perusahaan, terlebih dahulu melaksanakan analisa kebutuhan perusahaan terhadap pelanggan berdasarkan proses bisnis. Proses bisnis yang umum yaitu terjadinya transaksi barang, jasa, dan keuangan dari perusahaan ke pelanggan, atau sebaliknya.
Perusahaan memberikan informasi kepada pelanggan mengenai jenis produk, jumlah barang yang tersedia, cara pemesananpembayaran, dan lain-lain. Perusahaan juga mengetahui alamat pelanggan, jenis produk yang dipesan, jumlah barang, serta nilai nominal. Jadi pelanggan membutuhkan informasi produk dan tata cara pemesanan, perusahaan membutuhkan informasi alamat pelanggan dan produk yang dipesan. Agar lebih mudah, berikut ini diberikan tabel analisa kebutuhan pelanggan dan perusahaan.

Tabel 1. Kebutuhan pelanggan
No
Pengadaan/Keperluan
Tujuan Pengadaan/Keperluan
Aplikasi Yang Diperlukan
1
Produk Perusahaan
Gambar dan tipe produk
Situs web
2
Jumlah persediaan produk
Jumlah barang yang tersedia dan status persediaan barang
Situs web
3
Cara pemesanan
Form HTML pesanan barang, informasi nomor telpon, informasi alamat email, dan chatting
Situs web
Surat elektronik
5
Cara pembayaran
Informasi cara pembayaran dan alamat email bagian penjualan
Situs web
Surat elektronik
4
Dukungan teknis
Informasi alamat email bagian dukungan teknis dan chatting
Situs web
Surat elektronik
Tabel 2. Kebutuhan perusahaan
No
Pengadaan/Keperluan
Tujuan Pengadaan/Keperluan
Aplikasi Yang Diperlukan
1
Pesanan jenis produk
Penjualan
Situs web
Surat elektronik
2
Jumlah barang yang dipesan
Penjualan
Situs web
Surat elektronik
3
Alamat pemesan
Penjualan, Gudang, dan Keuangan
Situs web
4
Informasi persediaan barang
Gudang
Situs Web
5
Nilai nominal barang yang dipesan
Keuangan
Situs web

Selasa, 04 September 2018

Alat dan Bahan

  1. 2 PC Client atau lebih, digunakan untuk mengkonfigurasikan Hotspot dan mengetes apakah Hotspot sudah berhasil atau belum.
  2. Mikrotik RouuterBoard, Disini saya menggunakan tipe RB750 yang belum memiliki pemancar WiFi. Pastikan Mikrotik sudah diautur IP, DNS, Routes, dll sehingga mikrotik sudah bisa terhubung ke Internet.
  3. Access point, disini saya menggunakan TP-Link. Karena Mikrotik RB750 belum support Wifi, maka Access Point diperlukan untuk memancarkan WiFi.

Tahap pengerjaan


A. mengkonfigurasikan Access Point

Hubungkan Access point ke PC client dengan kabel UTP, selanjutnya konfigurasikan IP pada PC client sesuai dengan IP yang terdapat pada Access Point. Karena Access Point yang saya punya memiliki IP default 192.168.0.254/24, maka Ip pada PC client saya setting sebagai berikut:


IP: 192.168.0.2/24 (Satu segmen dengan Acces Point)

Netmask: 255.255.255.0 (24) (Netmask sama dengan Access Point)
Gateway: 192.168.0.254 (sama dengan IP pada Access point)



Restart network kemudian masuk ke browser. pada Address bar masukan IP Access Point tadi, karena IP access point saya 192.168.0254, maka saya masukan IP tersbut pada Address bar.
Nah setelah kamu masukan IP AP ke address bar tersebut maka akan muncul popup Login Access point. Untuk username masukan admin, dan untuk password juga masukan admin (note: untuk access point merk lain mungkin agak berbeda)




Nah selanjutnya kamu akan masuk ke web dimana kamu bisa mengkonfigurasikan Access point milikmu. Klik Next pada Quick Setup untuk mulai mengkonfigurasikan Access point.




Pilih Access point apabila terdapat pilihan seperti berikut.




Masukan SSID Wifi kita nantinya. bila perlu masukan password WPA/WPA2-PSK juga. (note: sebenarnya login WPA/WPA2-PSK tidak diperlukan karena nantinya kita harus login pada halaman login hotspot untuk bisa mengakses Internet)




Masukan IP baru untuk Access point kita, disini saya menggunakan IP 192.168.3.1 dan Netmask-nya adalah 255.255.255.0. dan Pada DHCP kita pilih disable.




Selesai konfigurasi Access Point, selanjutnya klik reboot dan tunggu proses reboot hingga selesai.





B. Mengkonfigurasi Mikrotik
tancapkan PC Client, AP, Mikrotik seperti pada topologi berikut.




Masuk ke Winbox pada PC Client yg sudah terhubung ke Mikrotik.




Masuk ke IP-> Address, kemudian masukan IP baru dengan cara klik (+). Masukan settingan IP berikut:


IP: 192.168.3.2 (Satu Segmen dengan Access Point)

Network: 192.168.3.0
Ether: Ether 3 (Ether pada Mikrotik yang terhubung ke Access Point)




Buat sebuah DHCP Server dengan cara masuk ke menu IP-> DHCP Server, lalu klik DHCP Setup




Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada DHCP Server Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.




Selanjutnya apabila kamu sudah mengkonfigurasikan DNS, tinggal klik Next-Next saja.




Selanjutnya buat Hotspot pada Mikrotik dengan cara masuk ke Menu IP-> Hotspot. lalu klik Hotspot Setup.




Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada Hotspot Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.




Pada Set HotSpot addreess for interface klik Next saja karena IP sudah terisi otomatis.





Pada Set pool for HotSpot addreess juga klik Next saja karena pool sudah terisi otomatis.





Pada Select hotspot ssl certificate pilih yang None, kemudian klik Next.






pada Select SMTP Server masukan 0.0.0.0




Pada Setup DNS Configuration klik next saja apabila sudah terisi otomatis




Nah pada DNS name of local hotspot server kamu masukan sebuah URL yang akan kamu gunakan sebagai halaman login di web browser nantinya.




Pada Create Local Hotspot user kamu masukan username dan password yang digunakan untuk mengakses hotspot nantinya, user bisa ditambah dan diatur apabila Hotspot sudah berhasil dibuat nantinya




Sekarang coba kamu cek apakah hotspot sudah berhasil dibuat atau belum dengan cara koneksikan sebuah perangkat misalnya laptop ke Wifi yang sudah kita buat tadi, lalu masuk ke browser dan masukan alamat DNS login yang sudah kita setting tadi (Hotspot.login)
Apabila sudah muncul halaman login hotspot seperti ini, maka kamu sudah berhasil membuat hotspot pertamamu :)



Posted by Unknown

cari

Blog Archive

MATERI TKJ

MATERI SERVER (5) OBSERVASI (1) PH 3 (1) PH 6 (1) PH 7 (1) PH4 (1) PH5 (1)

About Me

Copyright © TKJ BERKREASI -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan